Posted by Mansur H. Ali
![]()
on 9/10/2009, 22:45:22
118.97.34.194
Ass,
suasana idul fitri 1430-H digorontalo selalu disempurnakan dengan semaraknya "Hari Raya Ketupat".meski lebaran ketupat adalah sebuah tradisi panjang dibanyak komunitas islam,namun digorontalo lebaran ketupat tak bisa dilepaskan dari"Kapung Jawa".Tradisi ini dilahirkan oleh mereka sebagi warisan kebiasaan kraton solo dan jogjakarta.Lebaran ketupat(Ba'do ketupa)jelas mengandung makna agama dan budaya yang penting. Catatan ini bermaksud sekedar menyegarkan bagaimana makna dan nilai perjumpaan yang dikandung dalam tradisi ini.Setip tahunnya,dihari idul fitri kita semua pasti rindu dengan perjumpaan yang hamgat dengan sesama keluarga,kerabat dan tamu2.Tapi itu semua lebih banyak terjadi di rumaah2 kita masing2 dan di mesjid.Ketupat adalah simbol bagi perjumpaan dan pencapaian hidup.Ketupat telah mempersatukan banyak hal secara indah,damai dan enak:beras,bumbu,santan dsb ke dalam anyaman pucuk kelapa muda.sebelumnya yang ada adalah ribuan butir beras yang terpisah2,tapi ia kemudian bersatu dalam ikatan ketupat yang masak,enak,bergizi,plus meriah.kita mesti belajar dari sini.Kerja sama dan mufakat secara seimbang amat diperlukan.Ketupat seolah mengajarkan kita bahwa pencapaian hal baik merupakan hasil perjumpaan dan persatuan berbagai hal yang berbeda.dan itu semua bisa kita peroleh dari alam,dan tentu saja harus kita olah sebelumnya denga kerja keras,kesabran dan kesungguhan.Banyak unsur yang kemudian terlibat secara setara.Hakikatnya tanpa sifat2 dasara itu adalah kurang pantas kita berpesta di hari yang fitri ini.Lebaran ketupat sangat lain, dia membawa kita dalam suasana perjumpaan yang cair,terbuka dan meriah.Tak heran bila kita katakan bahwa semua kampumg yang beelebaran ketupat di peruntukan untuk siapa saja.Semua orang bisa datang,silaturahmu dan membawa pulang alakadaranya.Sejak 1902 penyebaran anak cucu Kyai Modjo dan pengikutnya hampir merata disulawesi,sejak toko ini di buang belanda ke tondano,Minahasa(1829/1830).Bagi kita digorontalo komunitas jaton dikampung yosonegoro,reksonegoro,kalioso dan mulyonegoro memang tidak lagi kita rasakan asal usul mereka karena sudah menjadi bagia dari orang gorontalo sejak migarasi pertama mereka ke gorontalo tahun 1925.Meski bahasa Jaton berbeda dengan bahasa gorontalo juga dengan bahasa jawa standar,tapi tradisi dan interaksiyang sudah berlangsumg hampir 100 tahun ini telah memebumikan identitas dan kebersamaan itu.Katakanlah itu dalam kesenian,seni bela diri,ritual agama,perkawinan, etos ekonomi dsb.Tradisi perjumpaan adalah satu puncak percapaian kultural yang membanggakan di gorontalo dan disulawesi pada umumnya.Peradaban islam yang pernah ada dan bertahan hingga kini adalah berkat etos perjumpaan yang dijalankan oleh mereka yang berjiwa besar,gigih bekerja keras dalam mewujudkan cita2,tak pernah berhenti belajar dan taat tuntunan agama.Dari tanah asal usulnya,Kampung jaton diminahasa,yang terjadi juga adalah demikian.uniknya karena berbagai "perjumpaan" budaya telah mengantarkan komunitas kampung jaton bisa memelihara tradsi yang diwarisinya disatu pihak,tapi mereka bisa pula mempengaruhi tatanan sosial budaya dan ekonomi setempat dipihak lain(kultur agraris,bercocok tanam,berdagang ritual hidup keseharain,dsb.Tim babcock(1989),seorang sarjana antropologi canada,yang berpengalaman mempelajari China dan malaysia sempat menghabiskan waktunya antara 1973-1975 dikampung jawa tondano guna mempelajari identitas budaya dan praktik agama komunitas ini.Hasilnya adalah sebuah buku menarik dan penting: Kampung Jawa Tondano,Religion and cultural identity(1989).Menurutnya sejak awal komunitas kampung jawa tondano cukup berhasil bertahan dengan berbagai tradisi yang dimilikinya, yang semuanya bertumpu pada filsafah"Selametan(keselamatan)dalam tata kehidupan manusia.Seluruh kebiasaan yang mereka terapkan disebutkanya sebagai adat,dalam arti agama sebagai praktik.Lebih jauh dalam pemahaman religius islam,komunitas kampung jawa tondano memiliki kecenderungan untuk memperdalam"ngelmu dolong"(tarikat).Secara tradisi kampung jawa tondano cukup kaya dengan ritual agama,antara lain dengan nama2 seperti:salawat jowo,dzikir ghaib(dzikir Sotoro)dzikir gholibah,pumgguan(nyekar leluhur,doa nyadran,maleman dan ketupatan yang semuanya di lakukan dalam hubungannya dengan ramadhan.Diluar itu,kesenian islam pun ikut berkembang(gabungan Jawa melayu seperti hadra dah samra).dalam sejarahnya,selain leluhur komunitas jaton yang berakar pada kyai modjo dan 63 orang pengikut utama beliau dari demak,solo,jokjakarta dsb.terdapat pula toko2 besar yang menjadi pelopor syiar islam.tak bisa di lupakan bahwa sayid abdullah assegaf dari sumatra,pangeran perbatasari dari kalimantan,haji saparua dari maluku,dan haji abdul karim dari banten,dsb.Dari sini cukup jelas bahwa identitas masyarakat kapung jawa tondano adalah sebuah masyarakat yang tecipta dan berkembang dari sebauh perjumpaan berbagai aliran darah,daerah,dagang dan dakwa.Gorontalo patut berbangga karena memiliki sebuah komunitas yang sukses membangun tradsisinya dalam dunia yang serba berubah.SELAMAT HARI RAYA KETUPAT.
ini saya kutip dari harian gorontalo post
Wassalam
Ancung


Message Thread:
![]()
« Back to thread