Posted by sri Mulyani
![]()
on 6/3/2009, 9:29:04, in reply to "Ceramah Qurais Sihab: Surat Al Insyiqaaq - Bagian I"
125.163.176.81
Assalamu'alaikum
*Pak Ustad, saya adalah seorang pelajar yang selalu haus akan ilmu dan ingin belajar banyak dari Bapak. Pak, ketika kita dihadapkan dengan persoalan budaya dan agama, tampaknya kedua hal ini campur bawur tidak karuan. Lihat saja, terutama masyarakat yg hidup di pedesaan. Di sana terdapat segudang budaya yg tampaknya sudah mengakar. Salah satu contoh adalah bersih desa, sedhekah bumi, sedhekah laut. Oleh masyarakat pendukungnya hal tersebut dimaknai sebagai salah satu ungkapan rasa syukur, peringatan siklus kehidupan kepada Tuhan YME, wujud kepedulian terhadap alam dan wujud kearifan lokal yang dianggap bermanfaat untuk menjaga alam agar tetap lestari, bukan sesuatu yg syirik.
Kemudian, terdapat sekelompok "orang" yg menyatakan bahwa Islam itu kurang arif dan bijak dalam menghadapi persoalan budaya, sehingga dengan mudah mengatakan syirik, karena kurang memahami bagaimana makna/filosofis yang terkandung di dalamnya. Bagaimana tanggapan Bapak atas pendapat tersebut? Bagaimana sich cara mendudukkan antara agama dan budaya? Apakah keduanya merupakan sesuatu yg berseberangan? Bagaimana sikap Islam yang rohmatan lil ’alamin ketika dibenturkan persoalan tersebut?
*Pak Ustad, menurut Islam, apa hukumnya bersalaman/berjabat tangan dengan lawan jenis (yang bukan mahramnya). ????
saya terus terang bingung tentang hal itu. sbb ada sbagian ulama yang memperbolehkan dan ada yang melarang. saya pernah, mencoba untuk tidak bersalaman dgn lain jenis (cukup dgn telapak tangan diletakkan di depan dada). setelah itu saya diolok-olok teman, <"orang itu mbok yang "nasionalisme", kita kan hidup di Indonesia" >
Bagaimana sebetulnya Islam mengatur tentang hal tersebut? jika memang tidak boleh, apa dalilnya Pak?
*saya mengharapkan jawaban dan do'a dari Bapak. karena saya ingin berusaha mengamalkan Islam secara kaffah Pak, tidak asal-asalan/ikut-ikutan tanpa dasar yang jelas (Al Qur'an dan As sunah).
Sekian, dan terimakasih banyak. Mohon maaf jika mengganggu waktu Bapak.
Wassalamu ’alaikum wr.wb.
"Sri Mulyani(Purwodadi)"


Message Thread:
![]()
« Back to thread